Arsip Kategori: Thoughts

Bagian 2, habis – Menyambut pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Korporasi Indonesia.

Gambar

Bagian 2, habis  – Menyambut pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Korporasi Indonesia.

Pemilihan presiden dan wakil presiden tahun 2014 ini akan sangat ramai, ramai di televise maksud saya. Bisa jadi nanti stasiun televise tercinta anda akan siaran kampanye bos mereka masing-masing 24 jam non stop. Bagaimana tidak, saya rasa kita semua sudah tahu kalau beberapa kandidat capres dan cawapres yang akan beradu taji di pemilu ini adalah bos-bos besar perusahaan Media nasional. Saat ini saja para ‘Media Mogul’ tersebut sudah gencar melakukan kampanye dengan berbagai modus operandi. Misalnya : Yak para pemirsa sebelum menelpon jangan lupa sandi nya apabila saya bilang W** ** anda jawab bersih blablabla.

Selain iklan konvensional dengan durasi panjang karena toh stasiun milik sendiri, menggunakan media kuis seperti ini berembel-embel kebangsaan  sembari berbagi rejeki kepada para pemirsa, merupakan langkah kampanye yang kreatif sekali menurut saya.

Media massa memang alat yang sangat ampuh untuk menggiring opini, hal tersebut tidak bisa dipungkiri.  Selama menjabat hingga saat ini Bapak SBY presiden tercinta kita sekarang sudah terlanjur melekat label ‘Presiden tukang curhat’ ‘Kerjanya hanya pencitraan’ pada dirinya. Malang sekali, siapa yang menggiring opini tersebut? Ya Media massa lah yang menggiringnya, diulang-ulang setiap hari sampai alam bawah sadar kita mengafirmasi hal tersebut.

Di sisi lain mata uang, bisa kita lihat Gubernur legendaries ibukota karena media massa berada di pihaknya. Yang saking legendarisnya forum-forum di internet juga mengadang-gadang bahwa dialah orang dalam ramalan paduka Jayabaya yang akan membawa kesejahteraan negeri ini. Luar biasa memang kekuatan media massa menaikkan profil seseorang, padahal program kerja nyatanya belum terlaksana sepenuhnya. Satu contoh saja ibukota masih kerap saja kebanjiran, dan ujung-ujungnya menyalahkan ini atau menyalahkan itu, aduh pak, pemimpin itu harusnya tidak seperti itu.

Elektabilitas dan reputasi beliau sangat tinggi  sehingga dijagokan rakyat untuk ikut bertanding di pilpres 2014 ini padahal masa jabatannya sebagai gubernur belum berakhir. Eh sebentar, itu bukan menurut saya tapi menurut media massa.

Media massa lah yang menentukan apa yang akan anda lihat, apakah kebaikan, pencapaian,sisi positif seseorang atau sebaliknya.

Selanjutnya, selain media massa yang sudah berada dibawah kepemilikan kandidat-kandidat capres dan cawapres 2014 ini, tidak luput juga kepentingan pengusaha-pengusaha korporasi besar yang menjadi penyokong modal mereka dalam pemilu ini.

Hampir semua  kandidat capres-cawapres memiliki afiliasi dengan para konglomerat  pengusaha yang tentu saja nanti akan terjadi sebuah simbiosis mutualisme di antara mereka (bahkan salah satu capres, bapak ARB merangkap sebagai konglomerat itu sendiri) Adalah hal yang lumrah seorang pengusaha memberikan sesuatu terhadap pejabat dengan timbal balik kelancarannya usahanya.

Saya sendiri tidak tahu lagi bagaimana nasib bangsa ini jika dipimpin seseorang pemimpin yang hanya sekedar menjadi figur alias boneka korporasi. Seorang pemimpin yang telah menjadi korban kepentingan, atau bahkan sengaja mengorbankan dirinya menjadi korban kepentingan korporasi.

Apabila kedepannya nanti kebijakan-kebijakan pemerintah yang dikeluarkan merupakan pesanan korporasi, dan kekayaan negeri ini digadaikan demi kepentingan mereka, ditambah peran media massa dibawah kekuasaan mereka yang akan ikut bermain mengaburkan apa yang sebenarnya terjadi selama rezim mereka berlangsung. Menurut anda kira-kira bagaimana nasib dan keadaan bangsa ini begitu rezim mereka usai?

Sebagai penutup saya ingin mengucapkan selamat datang Negara Republik Korporasi Indonesia, pada tanggal mendatang 9 April saya sarankan kepada teman-teman mari kita matikan saja televise kita. Toh tidak penting siapapun yang terpilih, kita hanya bisa berharap yang terpilih nanti tidak akan terlalu memperkosa bangsa ini.

Salam dari saya untuk kita semua sebagai mahasiswa, calon penerus bangsa yang Insya Allah akan menjadi pengganti pemimpin negeri yang lebih baik.

Jogjakarta, 9 maret 2014

OCD,IF, dan Puasa Daud

puasa

Assalamualaikum wr wb 🙂

Bakal panjang nih, lagi nganggur sih.. Tapi ga rugi kok dibaca hehehe

Kemarin, baru saja dunia binaraga dan fitness di Indonesia terguncang hebat !

Pasti sudah banyak yang tau nih kenapa, secara promosinya gencar sekali 🙂

Tidak lain dan tidak bukan karena gebrakan diet OCD yang dilakukan om pesulap botak, sang Mentalist Deddy Corbuzier. Yang katanya ilmu nya didapat dari supir taxi mantan biksu sepulang dia nyambi ambil sertifikat bela diri di china (seriusan apa engga kaga tau dah, saya juga ragu wahaha)

” Introducing OCD diet ! A new way to build your body, eat anything you love ! “

Asik banget kan taglinenya teman-teman. Pertama saya mengetahui OCD itu dari forum kaskus tercintah, dan kesan pertama setelah membaca ebook dan mendalami konsep diet yang ditawarkan om Deddy, pikir saya : this is too good to be true, yang seperti ini biasanya cuma jadi fad / trend sementara saja.

Konsep-konsep diet yang ditawarkan mas deddy sama sekali bertentangan dengan konsep konvensional yang biasanya diterapkan orang-orang yang ngegym. Apalagi kalau bukan soal pola makannya :

-Ga usah makan pagi, Puasa, masuk jendela makan silahkan makan besar.

Tapi di ebooknya om botak juga memberi argumen yang kuat, akhirnya saya juga ikut-ikutan latah mengikuti diet ala ocd tidak lupa memberitahu teman-teman maksudnya sih supaya bisa tau feedback mereka juga nanti.

Buat orang yang biasa makan sering sesuai anjuran diet konvensional (4-6x sehari) diet ini betul-betul melegakan, ga perlu repot lagi sebentar-sebentar makan.

1 bulan lebih menjalaninya hasilnya : WOW IT WORKS WONDER yang dikatakan om mentalis memang benar, massa otot tetap terjaga bahkan bertambah, latihan perut kosong bukan masalah. Minggu pertama memang agak susah mengontrol rasa lapar, mekanisme tubuh manusia butuh 21 hari untuk beradaptasi setau saya.

Belum puas sama ilmunya, saya melakukan riset-riset juga untuk memperdalam. Disinilah awal kekecewaan saya.

Ternyata model diet OCD sudah ada sejak beberapa tahun lalu, nama bekennya di eropa/amrik sana itu IF – Intermittent Fasting.

Gerakan IF dipelopori beberapa orang, seperti Martin Berkhan (Leangains.com) Brad Pilon (Eat Stop Eat) sama Warrior Diet.

Aduh padahal saya kira ini betul-betul pendekatan revolusioner baru, produk dari orang indonesia yang bisa dikenalkan kepada dunia 😦

Yang tambah bikin kecewa lagi, dari pengamatan saya pribadi. OCD itu bisa dibilang cuma ngegabungin konsep-konsep diet dari martin dan brad di atas.

Leangains : Puasa 16 jam Makan 8 Jam

EatStopEat : Puasa 24 jam 2x Seminggu

Warrior Diet : Puasa 20 jam Makan 4 jam

OCD : Variasi Puasa 16/8 , 18/6 , 20/4. Menganjurkan Puasa 24 jam 1 atau 2x Seminggu

yah kalo mau dibilang ngejiplak juga ga bisa, karena om deddy lebih tepatnya menggabung lalu dikasi nama baru. Voila ! OCD is born !

Bahkan coba anda main ke situsnya leangains.com, terus buka page Fasting Myth Debunked. Terus dibandingkan dengan Bab Mitos Berpuasa di ebook OCD (Terakhir saya membaca versi 3.0) Isinya Hampir SAMA PERSIS !

Copas kah? Wallahu’alam

Tapi saya ga marah atau jadi haters OCD. Cuma saya orangnya menghargai orisinalitas. Jadi kalau ditanya “kamu OCD ya ?” “Engga Saya IF Leangains!”

Karena saya juga sangat berterimakasih sama om deddy  walaupun dengan segala perbandingan yang sudah saya tulis diatas. Tetap beliau berjasa mengenalkan diet ini kepada saya dan seluruh rakyat Indonesia.

Berpuasa memang membawa manfaat. Dan membuat anda sehat !

Nah untuk saudara seiman muslim dan muslimah, saya mau berbagi alternatif nih.  Saya merasa sedikit rugi, kalau  berpuasa menahan lapar hanya untuk tubuh yang ideal.

Karena esensi puasa bukan hanya menahan rasa lapar, tapi juga menguatkan rohani dan akhlak ( Saat berpuasa tidak boleh berbohong, berkata kasar, marah dsb)

Ada satu puasa yang sangat dicintai Allah SWT, namanya Puasa Daud. Sederhananya kita puasa sehari lalu besoknya tidak berpuasa (puasa selang seling)

Keterangan ayat,hadis dan sejarahnya sekiranya bisa dibaca lebih lengkap di link ini http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/puasa-daud-sebaik-baiknya-puasa.html#

Bisa kepanjangan kalau saya copas kesini soalnya hahaha.

Nah alternatif maksud saya, mengapa tidak kita gabung OCD/IF dengan puasa Daud ini ?

 Karena Allah melarang puasa setiap hari (dan juga pada hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa)

Jadi pada hari kita tidak berpuasa itulah kita menerapkan OCD/IF nya. Saya kasih contoh gambarannya

Hari berpuasa daud (tidak boleh minum,menahan syahwat,emosi dll)

berbuka : jam 6 sore (magrib WIB) masuk jendela makan 4 jam sampai jam 10 malam. Tidur, masuk fase berpuasa IF

Hari tidak berpuasa, tetapi IF (boleh minum)

dilanjut dari hari kemarin, berbuka jam 2 siang ( terhitung anda telah berpuasa 16 jam ) masuk jendela makan 8 jam sampai jam 10 malam lagi. Tidur, besok berpuasa daud lagi.

LOOOH SAHURNYA MANA BRO?

kalau saya pribadi sudah cukup puas dari penjelasan situs ini http://www.konsultasisyariah.com/hukum-puasa-tanpa-sahur/

saya rasa situs tersebut sudah bisa dijadikan acuan yang valid dan kredibel.

Tapi jangan malah jadi tuduh saya ngajarin sembarangan ya, sekali lagi saya cuma mau kasih alternatif. 🙂

Perbaikan akhlak dari puasanya dapat, manfaat kesehatannya dapat, tubuh idealnya dapat, PAHALA nya dapat juga !

1 paket bro ! Hahaha

Karena menurut pemikiran saya, seorang hambaNya yang berusaha untuk selalu taat dan bertaqwa pada ajarannya,

“Raga yang kuat itu harus didukung pula oleh Rohani yang kuat.”

Walaikumsalam wr.wb

Selamat Malam, Ardhy Azhar

6 November 2013 – Jogjakarta

Negaranya orang-orang pintar

Assalamualaikum wr wb 🙂

Ide tentang tulisan ini saya peroleh ketika sedang menyimak mata kuliah Pendidikan Pancasila oleh Bapak Armaidi, pada kesempatan tersebut beliau berkata bahwa “Negara ini berdiri dan dirumuskan oleh orang-orang yang pintar ! Panitia 9 PPKI itu isinya orang-orang yang intelek luar biasa.” Perkataan beliau membuat saya penasaran untuk kemudian membaca artikel yang berkaitan

Dan wow ! Perkataan beliau benar sekali, Para anggota panitia 9 PPKI memang orang-orang yang Extraordinary lah bahasa kerennya. Tidak percaya? Dibuka sendiri deh, buka di wikipedia-panitia 9 terus baca laman masing-masing anggotanya 😉

Diantara mereka ada yang fasih lebih dari satu bahasa (Agus Salim bisa 7 bahasa) Bermacam-macam gelar akademik menghiasi nama-nama mereka. Dari Insinyur, Dr, Drs, Bahkan beberapa menyandang gelar Profesor -_- !

Kalau dipikir-pikir, memang sebenarnya negara kita ini penuh orang-orang pintar. Yang ngerumusin negaranya aja pintar-pintar semua. Sampai sekarang juga stok orang pintar di Indonesia tidak bisa dibilang sedikit, tetap banyak seperti dekade-dekade yang telah lewat.

kan lumayan sering  tuh ada berita kayak gini, Putra-putri Indonesia menang olimpiade pelajaran X, di Negara Y, bawa pulang medali sekian, atau Mahasiswa Indonesia ikut Kompetisi internasional bidang Z, menang melawan Negara barat bla bla bla.

Tapi kenapa negara kita lambat sekali majunya ? (Saya ga mau ngomong kalo negara kita ga maju-maju, maju kok tapi ya itu, lambat)

Padahal orang-orang pintarnya banyak..tapi…

Di sektor pembangunan/pengembangan teknologi negeri Katanya sih orang-orang pintarnya pada keluar karena lebih dihargai kepintarannya di negara lain, contoh Pak Habibie..

Oke gapapa, memang begitu adanya kayaknya. Bangsa Indonesia memang pengidap Inferiority kompleks tingkat lanjut. Lebih suka make tenaga profesional asing daripada orang pintar negaranya sendiri.

Di sektor Kepemimpinan-Politik-Hukum juga yang ngisi orang-orang pintar, Anas Urbaningrum, Akil Mochtar misalnya, orang pintar loh mereka. tapi sangat disayangkan kepintarannya.

Pak Presiden SBY juga orang pintar, lulusan akademi militer USA lupa di negara bagian mana, tapi kok negara ya begini-begini aja sekarang? Tanda tanya besar bukan.

Realitanya juga menyedihkan, tuh pada ditangkap satu-satu.. karena orang-orang pintarnya juga pintar korupsi,terus ngeles play victim berlagak korban << paling bikin kesal nih.

Kemarin belum lama saya mengikuti Kajian diskusi DPW KMFH-UGM yang bertema ‘Mendidik Indonesia’

Penjabaran pembicara Mas Eko Prasetyo sangat menarik, beliau berpendapat bahwa sudah saatnya sistem pendidikan Indonesia dirombak total dari bawah. dimulai dari TK kalau perlu.

Agar orang-orang pintarnya lebih kritis, lebih berani, berkarakter dan bertanggung jawab. Hmmm Utopis sekali kedengarannya memang, tapi kalau anda hadir di Kajian diskusi kemarin dan mendengarkan konsep pendidikan yang ditawarkan Mas Eko Prasetyo.

Maka saya jamin, anda juga akan seperti saya, lebih memilih Mas Eko Prasetyo untuk langsung saja naik jadi Menteri Pendidikan.

Lengserkan saja M.Nuh dan Program-program pendidikannya yang tidak berguna itu ! (UN 20 Paket penerapan kacau amburadul bikin susah angkatan 2013 saja hahaha)

Mungkin di lain kesempatan apabila saya sudah mendapat soft file dan rekaman kajian ‘Mendidik Indonesia’ kemarin, akan saya rangkum dan tulis di blog ini 🙂 sekian dulu deh~

Yogyakarta 19 Oktober 2013

Selamat malam.

Sudah Mahasiswa kamu harus belajar menulis !

Yah hal inilah yang terus terlintas beberapa kali di pikiran saya sejak mulai memasuki jenjang perkuliahan ini. Setelah mendapat dorongan disana dan disini serta dukungan dari kakak-kakak tingkat saya, akhirnya saya bisa menyempatkan waktu untuk memulainya hahaha.

Untuk postingan pertama mungkin saya awali saja dengan pengantar sederhana + ucapan syukur kepada Allah SWT, karena atas tuntunanNya saya diberi kesempatan berkuliah di fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, suatu kebanggaan yang amat sangat bagi seorang siswa yang tergolong biasa saja sewaktu SMA 🙂

Rentetan-rentetan kejadian yang menuntun ke rantau ini sering membuat saya tersenyum sendiri. Bagaimana tidak, saya bukanlah orang  yang memiliki target tinggi untuk diterima di PTN yang top, target saya diterima di Unmul Samarinda ajalah atau UnHas Makassar pulang ke kampung juga sudah okesip sekali.

Tapi yang diatas berkehendak lain, dibuatnya saya berkenalan dengan seseorang ‘one of a kind’. Yang menjadi turning point saya untuk berusaha menjadi pribadi yang lebih baik. Dia ingin berkuliah ke UGM, dengan naif nya saya juga jadi ingin mengikutinya kesana. Dari yang biasanya malas-malasan saya mulai belajar agar bisa diterima disana juga.

Hidup memang penuh hal yang tidak dapat disangka-sangka, saya lulus diterima (Alhamdulillah) namun dia yang menjadi motivasi saya tidak…  Yah mungkin memang inilah jalan yang terbaik menurutNya.

“Dijalanin aja, mungkin memang rezekimu disana” begitu kata dia. Pribadi yang biasa ini bertemu dengan orang-orang hebat di Universitas Kerakyatan ini berkat senyumanmu. Semoga begitu kembali ke kota tepian (sudah minum air mahakam nih) diri ini terbentuk menjadi orang yang hebat juga. Sekian dulu~